Kamis, 28 Februari 2013

Amal Jariyah Pahala Mengalir Sampai Akhir

  
Masjid Baiturrohim Mengger. Masjid yang berada dikawasan Kecamatan Paliyan Kabupaten Gunungkidul, tepatnya berada di wilayah Pedukuhan Mengger Desa Karang Asem ini saat ini sedang membangun gedung untuk kegiatan masjid serta ruang belajar santri-santri TPA. Gedung ini didirikan di sebagian bekas lokasi dapur yang dipugar namun dibuat lebih besar dan memanjang sehingga diharapkan mampu untuk menampung anak TPA maupun untuk pertemuan - pertemuan yang diadakan di kompleks masjid. Di ujung gedung ini pula rencana untuk relokasi dapur serta kamar mandi, sehingga di harapkan ke depan halaman depan maupun samping akan lebih luas sehingga bisa mengakomodir jumlah jamaah yang makin lama tentu saja makin banyak terutama pada saat mengadakan pengajian maupun pelaksanaan hari raya.
Selama ini gedung dibangun dengan  pengerjaan secara bersama-sama bergotong royong dengan pembiayaan dan bantuan baik berupa moral,material serta modal/dana dari berbagai sumber. Namun saat ini kegiatan pembangunan sementara berhenti karena berkaitan dengan menipisnya modal dan material yang ada serta dengan datangnya musim penghujan dimana masyarakat maupun jamaah lebih fokus pada kegiatan pertanian. 
Nah maka dari itu sekiranya dari pembaca budiman yang tertarik serta berminat untuk beramal jariyah ataupun sodaqoh melalui Masjid Baiturrohim dipersilahkan menghubungi Bapak Takmir Masjid Baiturrohim, Bapak Dukuh Mengger maupun Bapak RT setempat. Insyaalloh barokah dunia akhirat. 

tampak belakang utara calon gedung baru
halaman samping selatan masjid tampak bangunan baru

  
 



Berdasarkan Hadist  Nabi  tentang amal  jariyah, Abu Hurairah menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila anak Adam (manusia) wafat,  maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang berman­faat, dan anak saleh yang mendoakannya" (HR. Muslim).

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya diantara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang melakukannya wafat ialah ilmu yang disebar­luaskannya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang dibangunnya untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan. sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya” (HR. Ibnu Majah) 

Selain dari ketiga jenis perbuatan di atas, ada lagi beberapa macam perbuatan yang tergolong dalam amal jariyah.
Di dalam hadist ini ada 7 macam amal yang tergolong amal jariyah sebagai berikut :
1. Menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang bermanfaat. 
2. Mendidik anak menjadi anak yang saleh.
3. Mewariskan mushaf (buku agama) kepada orang-orang yang dapat memanfaatkannya untuk kebaikan diri dan masyarakatnya.
4. Membangun masjid. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi SAW, ”Barangsiapa yang membangun sebuah masjid karena Allah walau sekecil apa pun, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
5. Membangun rumah atau pondokan bagi orang-orang yang bepergian untuk kebaikan.
6. Mengalirkan air secara baik dan bersih ke tampat-tempat orang yang membutuhkannya atau menggali sumur di tempat yang sering dilalui atau didiami orang banyak. Setelah orang yang mengalirkan air itu wafat dan air itu tetap mengalir serta terpelihara dari kecemaran dan dimanfaatkan orang yang hidup maka ia mendapat pahala yang terus mengalir. Semakin banyak orang yang memanfaat­kannya semakin banyak ia menerima pahala di akhirat. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa membangun sebuah sumur lalu diminum oleh jin atau burung yang kehausan, maka Allah akan mem­berinya pahala kelak di hari kiamat.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Majah).
7. Menyedekahkan sebagian harta. Sedekah yang diberikan secara ikhlas akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda.

diedit dari : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/06/28/m6appd-ini-7-amalan-yang-pahalanya-terus-mengalir
   

0 komentar:

Poskan Komentar